8.31.2004

seperti biasa, aku hanya diam pada saat saat seperti kemaren. bukannya tidak peduli, bukannya tidak terkejut, bukannya mengabaikan. tapi itulah ekspresiku yang sebenarnya. aku nggak berakting! aku nggak tau mau ngomong apa..
tapi sungguh aku nggak pernah mengira, ternyata aku pernah berdiri pada sebuah posisi yang paling aku benci, posisi ku seperti apa yg kau ungkapkan kemaren.

terkejut?
iya aku terkejut..

marah?
itu yang pertama kucari kedalam seluruh hatiku, kedalam semua perasaanku, sesaat setelah kau katakan itu sampai detik aku menulis ini semua..
dan aku tak menemukannya...

kecewa?
nggak aku temukan juga...!

bukankah aku pantas untuk kecewa?
pantas untuk marah?

iya aku pantas... *kupikir..
tapi itu bukan berarti aku akan kecewa atau marah..!

aku pernah, memiliki seorang teman yg saat itu berdiri seperti posisiku pada ceritamu kemaren. jujur, aku begitu membenci! aku pikir apakah cinta cukup menjadi alasan berdiri pada posisi itu? apakah cinta membenarkan semua jalan? semua posisi?

pertanyaan ini masih berputar diotak dan hatiku.
saat aku menyusuri jalan2 malam itu..
saat aku kembali lagi melampiaskan pada batang rokok tak berguna ini!
dan malam terasa begitu panjang...


detik ini..
yg aku tahu, semua sudah terjadi.
tak ada penyesalan untuk itu, karena semua tentu sudah ditakdirkan.
dan aku bersyukur ternyata rasa marah dan kecewa itu tak pernah kutemukan, dan semoga karena memang tak pernah ada rasa itu.
tak perlu ada kata maaf, tak ada yg harus dimaafkan :)

dan apapun yang terjadi kemaren ataupun esok,
tak akan mengurangi semua rasa yg ada di antara kita.

*/harusnya diposting beberapa hari lalu...












No comments: